By : Gaara Nyunyul
Cast : All Pairing EXO (Chanbaek FULL)
Rate : T--- (mupeng Rate M punya tetangga gara2
masih belom bisa gambarin adegan *ehem* ‘-_-)
Perhatian...!!! Ini Blog gue, ini akun gue, ini
karya gue.. Loe nggak suka? Protes? Hush, hush... nggak penting banget! Kritik
atau saran yang membangun boleh... Kalau hinaan nggak berdasar, bash, bully
atau omongan nggak bermutu mending nggak usah diposting di sini.. ini blog
FUJOSHI!!!
*Author
POV*
Matahari
mulai menyinari sudut dorm EXO yang terlihat masih sepi. Dari salah satu kamar
dalam dorm itu, seorang namja menguap panjang dan menoleh ke arah sudut lain
ruangan. Tampak teman sekamarnya sedang terlelap dengan manisnya. Bibirnya yang
merah dan wajah feminin mirip yeoja itu mengusik perhatian namja di sebelahnya
yang sedang menguap itu. Baekhyun. Begitulah namja cantik itu dipanggil. Dia
begitu cantik hingga membuat semua yeoja iri dengan kecantikan dan keimutannya.
Namun, di sisi lain ada orang yang begitu khawatir dengan kecantikan Baekhyun.
Ya, namja itulah yang sedang menatapnya saat ini dengan pandangan sedih namun
juga bahagia.
“Kenapa
kau melihatku seperti itu?,” Baekhyun, namja yang sedang tidur itu bertanya
tiba-tiba dengan mata terpejam. Namja yang sedang menatapnya kaget dan akhirnya
terjatuh.
“Hehehe...
maaf...,” Chanyeol terkekeh dan bangkit dari jatuhnya.
“Kau
selalu saja menatapku seperti itu saat aku sedang tidur. Apa kau tak punya
kerjaan lain, eoh?”
“Mianhae...
Habis, kau terlalu cantik untuk ukuran seorang namja...bahkan yeoja
sekalipun...” Chanyeol menggaruk tengkuknya malu.
“Kau
menyukaiku?”
“Eh?”
Chanyeol menatap Baekhyun sambil menggaruk kepalanya. Bingung dan gugup sedang
menghantuinya saat ini, saat namja cantik dan imut itu bertanya dengan mimik
muka menantang. Namun, detik berikutnya namja cantik itu meninju lengannya
pelan sambil terkekeh ringan.
“Dasar,
kau ini! Aku Cuma bercanda... tak usah dimasukkan hati! aku hanya sedang
menggodamu...” Baekhyun tersenyum pelan dan kemudian membalikkan badannya.
“Tapi...
tapi... aku benar-benar menyukaimu, baek..” Chanyeol menatapnya sambil
tersenyum. Baekhyun menatapnya kesal kemudian menghela nafas.
“Iya,
iya... aku tahu... Sudahlah, aku sudah tahu... aku ingin tidur, jadi untuk
sementara jangan ganggu aku! Kalau kau kesepian pergilah ke kamar Kai atau
Sehun..”
*Chanyeol
POV*
Aku
benar-benar menyukai Baekhyunku. Sangat menyukainya, eh tidak... aku sangat
mencintainya tepatnya. Sangat mencintainya. Tapi sayangnya apa yang kukatakan
tentang itu bagi Baekhyun seperti bercandaanku saja. Bagaimana bisa aku
mengatakan semua padanya kalau aku benar-benar mencintainya sementara dia
sendiri saja tak pernah mengatakan kalau dia mencintaiku. Aku terus terang iri
saat melihat kedekatan Sehun dan Luhan yang selalu pamer kemesraan setiap
mereka bertemu. Sementara Baekhyunku selalu menghindar saat aku ingin memeluk
atau hanya sekedar mendekat padanya. Kami selalu bertengkar tentang apapun yang
berbeda, dan itupun hanya masalah yang kecil seperti rasa es cream apa yang
ingin kami beli. Aku suka rasa pisang, tapi baekhyun menyukai strawberry hingga
akhirnya aku yang harus mengalah dan kami membeli rasa yang sama, strawberry.
Baekhyun
yang selalu kupanggil dengan Byun Baek itu telah mengisi hatiku sejak awal
training. Awalnya aku mengenalnya, lalu kemudian mengaguminya, menyayanginya
lalu akhirnya pun aku mencintainya. Para fans yang selalu membuat fanfiction
tentang kami, entah itu aku yang lemah lembut pada Baekhyun atau kisah cinta
kami yang akhirnya berakhir tragis. Padahal hari-hari kami di sini selalu diisi
dengan pertengkaran-pertengkaran yang tak akan lebih lama daripada tiga hari.
Terkadang dia menghindariku jika kami sedang marah tapi kemudian dalam sekejap
dia akan menempel padaku.
“Yeol-ah,
apa yang kau lakukan?” suara Baekhyun terdengar di telingaku saat aku sedang
duduk di pojok ruangan tempat nonton TV.
“Byun
Baek..? kenapa kau sudah bangun? Kukira kau tak akan bangun secepat ini, eoh?”
aku kaget melihatnya mengucek matanya dan melangkah pelan ke arahku. Aku
mendongak menatapnya tanpa berkedip. Rambut berantakan, baju kusut, mata
ngantuk dan bibir merah itu membuat darahku berdesir. Aku benar-benar gila! Apa
ini karena aku sering membaca fanfic yang saat ini telah beredar luas di
internet tentang aku dan Baekhyun, ya?
“Aku
kedinginan...” Baekhyun kembali menguap dan merentangkan tangannya. Aku tertawa
sumbang mendengar ucapannya dan kemudian berpaling darinya. “Padahal aku sudah
mengatur pemanas ruangan lebih tinggi dari biasanya...” dia duduk di sofa tepat
di depanku dan menoleh ke arahku.
“Hahahaha....
kau tahu, kan kalau sekarang sudah hampir masuk musim dingin. Pakailah pakaian
tebalmu, nanti kau sakit! Nanti member EXO-M akan datang dan akan tinggal
beberapa hari.” aku mengalihkan pembicaraan. Aku baru saja mendapat telepon
dari Kris hyung dan dia mengabarkan hal itu. aku rasa Suho hyung juga sudah
mendengarnya.
“Oh,
begitu...” dia mengangguk-angguk mengerti. Namun baru beberapa saat kami
menikmati momen berdua ini, maknae cadel kami mulai menginterupsi. Dia duduk
seenaknya di sebelah Baekhyun dan menghidupkan TV. Wajahnya terlihat ceria dan
senang.
“Hei,
hei... kenapa wajahmu terlihat senang sekali, eoh? Apa karena nanti member
EXO-M akan datang? Kau ingin sekali bertemu dengan hyung kesayanganmu itu, ya
Sehun-ah?” Baekhyun mencolek pipi Sehun yang saat ini sedang tersipu karena
senang.
“Yak..
hyung, berhentilah menggangguku! Saat ini aku sedang tidak ada mood untuk
bermain denganmu!” Sehun protes mendengar gurauan Baekhyun.
“Bukannya
tadi kau baru saja menelponnya, ya Sehun-ah..?” sang Leader, Suho muncul sambil
tersenyum ke arah Sehun.
“Jinja?
Kau benar-benar menyukainya, ya Sehun-ah?” aku pura-pura terkejut, walaupun aku
tahu mereka tak akan pernah dipisahkan walau banyak fans yang memasangkan Sehun
dengan Kai atau lainnya.
“Ani,
aku tidak menyukainya...” Sehun menjawab sambil menatapku datar.
“Ceongmal?
Wah, Luhan hyung harus mengetahui ini semua kalau namja yang selalu menggodanya
ini ternyata tidak menyukainya...” Baekhyun mendekat, menatap tajam Sehun, membuatku
membelalakkan mata. Siapa yang tidak ingat waktu showcase itu? baekhyun dengan
gampangnya mengatakan kalau dia pernah mandi dengan Sehun! Padahal aku juga
sering mandi dengannya walau harus menahan diri agar tidak berbuat yang
tidak-tidak.
“Naneun...
Luhan hyung chua-anigotdeun...! geundae... sarang...! sarang...! naneun Luhan
hyung saranghae... arasseo?” Sehun berucap ketus dengan aksen cadelnya.
Ah,
ya... pernahkah Baekhyun mengatakan saranghae padaku? Setauku dia lebih
mencintai Ipadnya dibanding aku. Ah, mengingatnya saja rasanya aku ingin sekali
menjerit dan memukul tembok hingga hancur!!!
*Author
POV*
Akhirnya
malam harinya para member EXO-M sampai di dorm EXO. Mereka baru saja
menyelesaikan konser mereka di China. Luhan langsung diserbu oleh Sehun. Luhan
yang masih berwajah seperti anak kecil itu langsung shock melihat Sehun
langsung memeluknya dan membenamkan wajahnya di leher Luhan.
“Luhan
hyung, bogoshippo... Tahukah hyung bahwa aku sangat merindukanmu?” Sehun mulai
bermanja-manja dengan Luhan. Chanyeol menatap mereka sambil tersenyum miris.
Tersenyum miris karena iri dengan kedekatan mereka. Ia ingin seperti itu juga
dengan Baekhyun.
“Yo,
Chanyeol...!” Kris menyapa Chanyeol dan mereka berhigh-five seperti gaya para
rapper. Tao yang membawa oleh-oleh dari China segera menyerobot mereka dan
langsung memanggil Baekhyun.
“Beef,
aku bawa oleh-oleh...” ucapnya sambil meletakkan bungkusan berisi makanan itu
di atas meja.
“Ige
mwoya?” Baekhyun menatapnya dengan penuh tanda tanya.
“Ini
makanan khas dari suatu daerah di China. Aku tahu kau belum merasakannya, jadi
ayo makanlah...” Tao tersenyum. Baekhyun ikut tersenyum dan melompat ke dalam
pelukan Tao.
“Gomawo,
Tao.... Saranghae...”
Deg!
Detak jantung Chanyeol seolah terhenti begitu saja mendengar ucapan Baekhyun
pada Tao. Chanyeol ingin menjerit saat itu juga kalau saja Kris tidak menepuk
bahunya, menyadarkannya.
“Hei,
apa kau tahu lagi ini? Ini lagu baru yang sekarang sedang trend di China..”
Kris menunjukkan MP5nya pada Chanyeol. Chanyeol menoleh ke arah Kris, tersenyum
lalu meraih headphone Kris dan mendengarkan lagu yang Kris rekomendasikan itu.
“Lagu
apa ini? Enak sekali...” Chanyeol terkekeh dan tersenyum sambil asik menikmati
alunan musik di telinganya. “Untuk saat ini aku akan menyembunyikan perasaanku
dengan lagu saja.” Chanyeol membatin.
*Baekhyun
POV*
Pabo!!
Ugh, kenapa anak itu sepertinya cuek sekali padaku? Apa aku berbuat kesalahan
padanya? Ah, bukannya biasanya dia selalu mengatakannya padaku kalau sedang
marah? Dia bukan orang yang akan diam saat dia marah. Dia akan mengatakannya
saat itu juga, kan? Kulihat dia sedang bersama Kris hyung. Biasanya saat dia
sedang kesal padaku dia akan segera mendekati Kris hyung. Aku tak tahu kenapa
Chanyeol bertingkah seperti itu padaku saat ada member EXO-M seperti ini.
“Beef...”
Tao menepuk pelan pundakku. Aku menoleh ke arahnya dan menyuapkan makanan oleh-oleh
Tao tadi ke mulutku. “Wae? Kau kelihatannya kurang senang. Apa kau tidak senang
aku disini, eoh?” Tao menatapku cemberut.
“Ah,
ani... aku suka kalau kau di sini, Tao... hanya saja aku sedang banyak pikiran
saat ini...”
“Masalah
apa? Ceritakan saja padaku, siapa tahu aku bisa bantu..”
“Aku
juga bingung masalahnya apa, Tao...” aku menatapnya pasrah dan kemudian terdiam
tanpa ada hal yang ingin kuceritakan sampai tangan besar Tao yang biasanya
digunakan untuk wushu menyentuh pelan dahiku.
“Pantas
saja aku merasa ada yang aneh denganmu. Badanmu panas begini, apa kau tidak
sadar, eoh?”
“Jinja?”
aku menyentuh dahiku sendiri dengan tatapan tak percaya. Memang lumayan panas.
“Pantas saja saat aku menghidupkan pemanas ruangan aku tidak merasakan apapun
dan tetap saja kedinginan..”
“Kau
juga memakai baju yang tipis, beef..” Tao menyentuh bajuku. Aku memandang
bajuku dan mengangguk paham.
“Hmm...
aku lupa kalau sekarang sudah masuk musim dingin..”
“Pakai
ini, beef...” Tao melepaskan jaketnya dan menyelimutkannya pada bahuku.
“Tidak
usah, nanti kau juga kedinginan...”
“Jangan
menolak! Aku tahu kalau kau sedang ada masalah. Dan yang selalu membuatmu
seperti ini biasanya masalah dengan Chanyeol...”
Aku
menatapnya sendu. Sahabatku yang satu ini memang benar-benar mengerti aku. Tao
menepuk lembut bahuku dan menggandeng tanganku masuk sampai aku mendengar suara
Chanyeol di depan kami.
“Apa
kalian bersenang-senang?” dia bertanya pedas. Aku tidak mengerti kenapa
tiba-tiba dia semarah itu padaku.
“Tentu
saja, kenapa aku harus sedih kalau ada Tao di sini?” tantangku berani. Chanyeol
menatapku kesal. Aku balas menatapnya marah.
“Sebenarnya
apa masalahmu denganku? Kenapa kau mengacuhkanku?” Chanyeol menatapku gusar.
Aku balas menatapnya.
“Bukannya kau yang sedang marah
padaku?” aku kembali membalikkan pertanyaan yang sama.
“Sudahlah, Byun
Baek! Kau tahu kalau sekarang kau yang harus membersihkan kamar kita karena kau
kalah main game denganku tadi malam..” Chanyeol sedikit membentak.
“Tidak bisakah aku
melakukannya nanti? saat ini aku sedang ada urusan..” aku menolak. Tao
menatapku tak enak. Kris hyung yang melihat pertengkaran kami segera
mengisyaratkan Tao untuk meninggalkan aku dan Chanyeol. Kris hyung menarik
lengan Tao dan pergi dari hadapan kami.
“Urusan? Oh..rupanya
kau sedang sibuk, byun baek hingga kau punya waktu untuk berdua bersama dengan
Tao... Makan makanan yang dia bawa berdua...” Chanyeol menatapku marah. Aku
lelah untuk berdebat dengannya saat ini. Tenggorokanku terasa sakit saat
menelan.
“Aku mengerti. Aku
akan melakukan apa maumu!” aku beranjak dari hadapannya dan kembali ke kamarku.
Pandanganku berkunang-kunang. Apa aku sakit saat ini?
“Apa yang kau
lakukan? Sana cepat sapu dan pel ruangan ini..” Chanyeol muncul di belakangku
dan menyuruhku. Aku melangkah pelan mengambil sapu di sudut ruangan. Kepalaku
berdenyut dan badanku mulai meriang.
“Kenapa gerakanmu
lambat sekali, byun baek? Apa kau mau tiga hari lagi baru selesai?” dia mulai
berteriak lagi. Tolong, jangan berteriak padaku, Yeol..! Kau tahu aku sangat
benci itu!
“Jangan berteriak,
aku tidak tuli!!” aku ikut emosi mendengar teriakannya.
“Kalau kau tidak
ingin aku berteriak, segera lakukan apa tugasmu!” Chanyeol segera
meninggalkanku sendiri di kamar. Aku dengar dia mengunciku dari luar. “Lakukan
tugasmu atau kau akan terkunci di kamar”, dia melangkah pergi. Aku kembali
tertunduk lesu.
*Author
POV*
Baekhyun menatap
seisi kamar dengan pandangan lesu. Kepalanya mulai berdenyut, kali ini lebih
keras dari yang tadi. Denyutnya semakin keras saat dia mulai menggerakkan
badannya membersihkan ruangan miliknya dan Chanyeol ini. Dia terduduk lesu di
sebelah tempat tidurnya dan mencoba menguasai diri. Sementara itu, Chanyeol
melipat wajahnya dan bergabung dengan Kris dan yang lainnya. Semua orang memandangnya
namun tak berani bertanya. Happy virus itu seolah berubah menjadi orang lain
saat marah. Di dalam hatinya, sebenarnya dia mengutuk apa yang dia lakukan dan
dia katakan pada Baekhyun. Dia terlalu emosi dan mengatakan hal itu padanya.
Padahal sebenanya dia hanya ingin Baekhyun tidak bermanja-manja dengan Tao.
Apalagi saat dia mengatakan Saranghae dengan mudahnya, membuat dia semakin
muak. Sangat muak sampai dia ingin membawa Baekhyun, menguncinya dalam kamar
dan mengklaim bahwa Baekhyun hanya miliknya seorang.
“Hyung, apa yang kau
lakukan pada Baekhyun hyung?” Sehun yang memang evil itu bertanya to the point
sementara Luhan langsung menutup mulut maknae itu lembut dan meletakkan jari
telunjuk di bibirnya. Sehun menurut untuk menutup mulutnya, tersenyum lalu
kembali bersandar pada Luhan. Suho yang sedang duduk bersama Lay menghela nafas
melihat tingkah Sehun yang kekanakan itu.
“Hyung, apa kau
tidak keterlaluan? Biasanya kau tidak marah sampai sekeras ini pada Baekhyun
hyung...” D.O ikut penasaran. Kai yang mendengar namjachingunya ikut menyela,
langsung mengikuti jejak Luhan, menutup mulut D.O, tapi D.O langsung menggigit
tangan Kai hingga Kai berteriak kesakitan.
“Biarkan saja dia!”
Chanyeol melangkah meninggalkan mereka dan keluar. Tao menatap Kris dengan
pandangan memohon.
“Dia membawa kunci
kamarnya” Kris menjawab pandangan Tao dengan wajah penuh rasa bersalah.
“Apa tidak bisa kita
cari kunci duplikatnya, hyung?” D.O kembali bersuara sambil menatap Suho.
“Manager hyung yang
membawanya. Aku juga tak bisa menghubunginya sejak tadi.” Suho kali ini yang
merasa bersalah.
“Bagaimana kalau aku
yang mendobrak pintunya?” Tao mengusulkan dengan wajah cemas.
“Tidak, kita akan
dimarahi kalau sampai manager hyung tahu...” Chen menjawab ide gila Tao.
“Sayangnya jendela
kamar mereka memiliki terali besi...” Xiumin menghela nafasnya dan menggaruk
kepalanya dengan gusar.
“Aku akan mencoba
membujuknya...” Kris melangkah menyusul Chanyeol yang kemudian diikuti Suho.
Sementara itu,
Baekhyun di kamar sedang menangis. Dia menatap seisi ruangan sambil mengusap
air matanya. Dia mencoba bangkit dari duduknya sambil meraih sapu yang berada
tak jauh darinya. Namun sayangnya, kepalanya yang sejak tadi berdenyut mulai
tak bisa dikompromi. Saat itu juga dia terjatuh dan tak sadarkan diri.
Satu jam berlalu,
saat ini Tao dan yang lain mondar-mandir tak jelas di ruang tengah. Tao
menghela nafasnya berkali-kali sambil mengacak rambutnya.
“Kenapa mereka lama
sekali? Apa mereka tidak tahu kalau Beef mungkin sedang sakit di dalam sana?”
Tao berteriak kesal.
“Sakit?” Chen
bertanya cepat. Tao menoleh dan langsung melompat kaget, menyadari sesuatu
tentang kondisi Baekhyun terakhir kali bersamanya tadi.
“Bolehkah aku
mendobrak pintunya kalau Baekhyun tak menjawab panggilanku hingga lima kali?”
Tao menatap semua member EXO kecuali Chanyeol, Kris dan Suho yang mungkin
mereka kini sedang bernegosiasi.
“Baiklah, lakukan
saja, Tao..” D.O yang super bijak (#Plak!! Untuk author) segera mengangguk
paham. Sehun ikut mendekat sementara Luhan menggenggam erat lengannya takut dan
cemas.
“Beef...”
“....”
“Beef, jawab aku...!
Gwencana?”
“....”
“Beef, kami hanya
ingin tahu kau tidak apa-apa di dalam sana! Kris gege dan Suho hyung sedang
mencari Chanyeol...”
“....”
“Hyung, buka
pintunya...! kami mohon..!” kali ini D.O ikut ambil suara.
“....”
“Sepertinya ini
sudah kelima kalinya kita memanggil... Baekhyun-ah, buka pintunya....” Chen
ikut berteriak sambil menggedor pintu. Akhirnya Tao, Sehun dan Chen mulai
bersiap untuk mendobrak. Mereka mundur perlahan, sampai akhirnya suara Suho
muncul.
“Chakkaman...”
mendengar interupsi dari leader mereka, semua orang menatapnya. Chanyeol
menatap mereka semua dengan pandangan datar dan ogah-ogahan. Melihat reaksi
Chanyeol, Tao menangis pelan. Kris yang melihat namjachingu kesayangannya
menangis segera mendekat dan memeluknya.
“Ada apa?” dia
bertanya pelan.
“Gege... beef.. apa
dia tidak apa-apa?”
“Memangnya dia
kenapa?” kali ini Chanyeol yang bereaksi.
“Baekki hyung sedang
tidak baik-baik saja saat ini.. Kami sudah memanggilnya dari tadi, tapi tak ada
sahutan dari dalam... Kami khawatir kalau dia kenapa-napa di dalam sana..”
Sehun menjawab pelan. Chanyeol membelalakkan matanya dan langsung mengeluarkan
kunci kamarnya dan membuka pintu kamarnya dengan tidak sabaran sampai dia
menemukan tubuh Baekhyun yang tergeletak tak sadarkan diri di sudut ruangan
dengan air mata yang menggenang di sudut matanya. Melihat pemandangan
menyakitkan itu, Chanyeol langsung kalap. Dia berlari mendekat ke arah
Baekhyun, mengguncang tubuh Baekhyun dengan kasar.
“Yak, Byun Baek!!
Ireona!! Sadarlah!! Maafkan aku!! Bangunlah, Byun baek! Yak! Pabo!!” Chanyeol
terus mengguncang tubuh Baekhyun sambil menangis histeris. Suho dan yang
lainnya segera menenangkan Chanyeol dan langsung membawa Baekhyun ke rumah
sakit. Sepanjang jalan Chanyeol hanya mengutuk dirinya sendiri dan menangis.
“Chanyeol-ah!
tenanglah! Apa kau tidak bisa tenang saat seperti ini? Kenapa emosimu berbeda
dengan yang tadi? sekarang kau tahu bagaimana rasanya kalau Baekhyun jadi seperti
ini, hah? Bukannya kau bilang kau tak peduli?” Suho marah. Chanyeol terdiam
mendengar ucapan Suho. Dia meremas rambutnya gemas, sampai akhirnya dokter
keluar dari ruangan Baekhyun tadi.
“Dokter, ottokeyo?”
Chanyeol langsung menyerbu dokter itu.
“Dia hanya anemia.
Mungkin dia juga kurang tidur dan juga kelelahan. Antibodinya juga sedang lemah
saat ini, jadi gampang terserang demam. Dia tidak apa-apa, saat bangun nanti
kalian boleh membawanya pulang...” dokter itu tersenyum lalu berlalu. Chanyeol
dan yang lainnya menghela nafas lega dan segera memasuki ruangan rumah sakit
untuk melihat keadaan Baekhyun. Kini tinggallah Chanyeol yang masih menyalahkan
dirinya sendiri, sampai akhirnya dua mata sipit milik Baekhyun terbuka. Semua
member EXO segera keluar dan membiarkan Baekhyun dan Chanyeol sendiri.
“Mianhae...
Mianhae... Mianhae....” hanya itu kata yang terucap dari mulut Chanyeol saat
dia berdua bersama Baekhyun. Chanyeol menangis kembali dan terguncang pelan.
Baekhyun menatapnya dengan wajah sendunya lalu mengulurkan tangannya. Chanyeol
mendekat dan menggenggam erat jemari Baekhyun.
“Kau menangis,
Yeol-ah?” Baekhyun bertanya pelan. Chanyeol semakin terisak mendengar
pertanyaan Baekhyun. “Sekarang ceritakan padaku, kenapa kau marah tanpa sebab
begitu, eoh?” Baekhyun bertanya lembut. Chanyeol menatap Baekhyun lalu
menurunkan dahinya. Dia meletakkan dahinya di dahi Baekhyun hingga wajah mereka
berdekatan.
“Aku marah,
Baeki-ah...! Kau lebih memilih bersama Ipadmu dibanding aku, selain itu kau
juga mengatakan saranghae kepada Tao...”
“Kenapa kau marah,
Yeol-ah?”
Chanyeol menatap
Baekhyun dengan raut wajah bingung. “Apa kau tak tahu?” dia kembali bertanya
pelan.
“Ani... kalau kau
tak cerita bagaimana aku tahu?” Baekhyun menatapnya lalu perlahan menyentuh
kedua pipi Chanyeol.
“Karena aku sangat
mencintaimu, Byun Baek! Melebihi apapun di dunia ini! Aku tak akan rela ada
yang memilikimu selain aku. Aku sangat mencintaimu.” Chanyeol menatap serius
wajah Baekhyun. Entahlah, bagaimana jika Baekhyun menolaknya.
“Jadi kau marah
karena cemburu melihatku dan Tao bersama?”
Chanyeol mengangguk.
“Bukannya kau juga
sangat dekat dengan Kris hyung?”
Chanyeol mengangguk.
“Tapi hanya sebatas kakak-adik sesama rapper..”
“Aku pun begitu,
Yeol-ah! Aku hanya menganggap Tao sebagai sahabatku. Aku tidak punya rasa
spesial seperti itu. Lagipula, Tao sudah menyukai Kris Hyung...”
“Benarkah? Kris
hyung juga bercerita padaku kalau dia menyukai Tao...”
Mereka berdua
tertawa.
“Lalu... apakah kau
juga menyukaiku, Byun Baek?” Chanyeol menatap mata Baekhyun lembut. Baekhyun
menggeleng. Chanyeol kaku dalam sekejap.
“Aku tidak
menyukaimu, Yeol-ah... tapi aku mencintaimu....Saranghae... Ceongmal
saranghae...”
Barulah Chanyeol
tersenyum lebar. “Aku bahkan sangat.. sangat... sangat... sangat mencintaimu,
Byun Baek... walaupun aku tahu kalau kau kan masih punya Ipad tersayangmu
itu..” kali ini wajah Chanyeol berubah murung. Baekhyun tertwa.
“Apakah kau tahu,
Yeol-ah? Ipadku tidak bisa melakukan apa yang kau lakukan padaku...”
“Eh?”
“Seperti menyuruhku
membersihkan kamar...”
“Eh?”
“Lalu mengunciku
dalam kamar...”
“Eh... mianhae...”
“Atau menangis
melihatku sakit dan terluka...”
“Baekki-ah...”
“Gomawo, Yeol-ah...”
“Ada hal lain yang
belum bisa dilakukan Ipadmu itu, Byun Baek...”
“Mwo?”
“Contohnya seperti
ini...” dalam sekejap Chanyeol mendekatkan bibirnya di bibir Baekhyun. Awalnya
Chanyeol hanya berencana untuk mengecup sekilas bibir Baekhyun. Tapi entah
kenapa begitu bibirnya menyentuh bibir Baekhyun, dia tak bisa menahan dirinya
lagi. Dilumatnya (? Ottokkkeee... #author bingung dan blushing. Maklum masih
kecil..#plak! Udah kuliah masih labil aja!) bibir tipis menggoda itu dengan
penuh sayang. Chanyeol tersenyum di sela-sela ciumannya. Saat Baekhyun akan
melepaskan bibirnya, Chanyeol menahan tengkuk Baekhyun dan memperlama
ciumannya.
Chanyeol sempat
berbisik lembut di telinga Baekhyun. “Nanti kalau Baekki sudah boleh pulang
dari sini, aku akan melakukan hal yang lebih padamu...! Kau tak boleh menolaknya!
Arasseo?”
Mendengar ucapan
pervert namjacingunya itu Baekhyun hanya bisa ber-blushing ria dan langsung
menutup wajahnya dengan selimut. Chanyeol terkekeh geli dan menarik kembali
selimut yang menutupi wajah Baekhyun dan menciumnya lagi.
“Hyung, kenapa kau
lama seka...li...” Sehun dan yang lainnya masuk dengan tiba-tiba dan langsung
shock melihat pemandangan di depannya. Bagaimana tidak, Chanyeol kini berada di
atas tubuh Baekhyun dan sedang melumat bibir Baekhyun. Orang yang sedang
“kepergok” langsung shock, terutama Baekhyun dan melepaskan tautan bibirnya,
namun masih tetap pada posisi seme on top seperti itu. (#plak! Ditampar
orang sekampung).
“Wae?” Chanyeol
pasang wajah masa bodoh dan menoleh datar ke arah Sehun dkk.
Sehun menoleh ke
arah Luhan dengan tampang mupeng. “Hyung, aku juga mau seperti itu....! Ayo
pulaaaaanggggg.....” Sehun menarik kencang tangan Luhan diikuti teriakan Luhan
yang meminta untuk dilepaskan. Sedangkan KrisTao langsung berbalik arah keluar
dari ruangan itu sambil saling bergandengan tangan, D.O langsung menutup mata
Kai dan segera menariknya pula dari ruangan itu. Chen dan Xiumin jadi salah
tingkah lalu melangkah sambil ber-ohlala, sedangkan Suho dan Lay yang jadi
couple terakhir hanya bisa mendesah pendek.
“Aku tak tahu mana
yang lebih baik, kalian bertengkar atau kalian seperti ini, membuat teman-teman
kalian yang bertengkar...” Suho dan Lay melangkah menyusul mereka semua. Dan
sekarang, hanya tinggal author yang terbengong-bengong menatap Chanbaek yang
masih pewe dengan posisi mereka sampai...
“Heh, Author kepo!
Kenapa masih di sini? Apa kamu mau melihat rate M kami sekarang?”
Author semakin
bengong dan melongo.
“Mungkin sekarang
Hunhan sedang melakukan Rate M di dorm. Apa kamu tidak ingin meliputnya?
Author
geleng-geleng. “Ani... Aniya... aku masih belum cukup mental untuk meliput
mereka!”
“Kalau begitu
pergilah! Mengganggu saja!”
“Tapi kalian.... Ah,
apa kalian ingin membuat rate M juga?” Author pasang wajah kepo plus mupeng
karena pengen tahu!
“Loe belum cukup umuuuurrrrr....!!!
sana keluaaaaarrrr....!!! Umur boleh udah puber, tapi mental loe masih kayak
anak TK! Sanaaa keluaaaaaarrrrr.....!!!”
Author lari keluar
ruangan sambil nangis. Hanya yayang Gaara yang bisa menghiburnya saat ini...!
Bye...!
~
fin ~
Author : Wuahahahahaha.... baru kali
ini ye bikin yang agak nge-plak! Plak! Hiks, paraaah.... ini kok masih kayak
anak SMP yang bikin cerpen garing, ya? Hiks... tapi mungkin lebih bagusan anak
SMP daripada ini...! Huaaaa.... yayang Gaara... aku ditolak Chanbaek...!! Aku
juga belum siap mental buat meliput Hunhan, Kristao, Kaisoo atau Jren...!
Huaaaa... hiks..!
Wahahaha nih FF ngakak banget setengah mati dah >< thor di tunggu ya FF selanjutnya
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusLanjut thor
BalasHapus