Ini FF bikinan saya, don't share... boleh dibaca, disimpan, tapi jangan plagiat! Plagiat adalah cerminan bangsa yang memalukan!!!! Nggak suka karena RPF? SO... CHANBAEK aja nggak marah... wkwkwkwkwk....
Rate : (masih) T ---hiksss... hikssss... (mupeng
Rate M)haha...
Cast : Chanbaek (Pairing sejati selamanya)
*Author
POV*
Baekhyun menatap
tumpukan strawberry di depannya dengan wajah mupeng. Dia menatap keranjang demi
keranjang lalu mengusap air liur yang menetes di ujung bibirnya. Buah
kesayangannya itu seolah menari-nari dengan manisnya di depan matanya. Sekali
lagi dia menatap orang yang sedang tersenyum menatapnya.
“Otte? Apa kau bisa
menukarnya dengan wajahmu? Aku juga akan memberimu kompensasi, asuransi dan
juga biaya yang lain. Asalkan kau mau melakukannya!” namja keren di depannya tersenyum
bangga, memamerkan gigi putih rapinya.
“Tapi apa tidak
apa-apa? Bagaimana kalau orang lain tahu?” Baekhyun masih menatap strawberry
itu tanpa berkedip. Dalam sekejap namja keren di depannya memegang erat bahunya
dan tersenyum pelan.
“Sayang sekali kalau
wajah ini tak dimanfaatkan...” namja tampan bernama Chanyeol itu menatapnya
kagum.
“Tapi... orang lain
akan segera mengetahuinya, Yeol-ah...!” Baekhyun menghela nafasnya pelan.
Baekhyun adalah
namja cantik yang selalu menjadi perhatian orang-orang di sekitarnya. Namja,
yeoja, semuanya seolah tersihir dengan wajah cantik dan senyumnya yang hangat
dan imut seperti seorang peri. Yah, saat ini namja cantik itu sedang
mendapatkan tawaran lain untuk menjadi seorang model. Bukan model biasa,
melainkan model yeoja! Dia sudah sering mendapat tawaran seperti ini, tapi kali
ini dia sulit untuk menolaknya, karena namja tampan di depannya yang bernama
Chanyeol ini adalah sahabatnya, teman masa kecilnya. Baekhyun kembali menatap
Chanyeol tak berkedip.
“Kau janji kalau aku
hanya akan melakukannya selama sebulan, eoh? Kontraknya hanya sebulan, kan?” Baekhyun
menatap Chanyeol dengan pandangan memohon.
“Iya, tentu saja aku
akan menepati janjiku! Aku juga akan membelikanmu strawberry setiap hari...”
“Ceongmal?” Baekhyun
menatap Chanyeol dengan wajah senang dan kaget hingga Chanyeol menatapnya
kikuk. Chanyeol tak menyangka kalau Baekhyun akan mudah dibujuk dengan buah
merah itu. Baekhyun benar-benar cantik seperti seorang yeoja hingga membuat
darahnya berdesir dan jantungnya berdegup kencang. Chanyeol mengutuk dalam
hati. Ayolah, Chanyeol... dia itu namja..! Mungkin memang dia bukan namja
“biasa”, tapi ayolah, dia juga sama sepertimu! Chanyeol terus mengutuk dirinya
sendiri dalam hati. Selama ini dia selalu bertemu dengan para model cantik,
namun tak sedetikpun matanya terpaku pada para model cantik itu. Baekhyun
selalu mengganggu pikirannya, membuatnya ingin segera pulang dan bermain di
kamar apartemen milik Baekhyun yang terletak di sebelah kamarnya.
Akhirnya, hari itu
juga Baekhyun pun resmi membuat kontrak sebagai model yeoja pada perusahaan
fashion milik Chanyeol.
*Chanyeol
POV*
Yes! Aku mendapatkan
dia akhirnya!
Aku sejak dulu sudah
menginginkan dia menjadi salah satu model fashion perusahaanku. Aku sangat
mengagumi wajah cantiknya itu, walaupun aku tahu kalau dia adalah seorang
namja. Sayangnya tubuhnya kecil, jadi aku tak bisa membuatnya menjadi model
yang sangat berpengaruh pada perusahaanku. Jadi untuk kali ini ada lowongan
untuk model yeoja sehingga aku merasa kali ini pasti akan cocok.
Dan ternyata benar!
Siang ini dia
benar-benar membuat seluruh perusahaan heboh. Seluruh camera handphone dan
camera yang sedang dipegang pengunjung langsung mengarah ke arahnya dan mencuri
fotonya. Tak hanya itu saja, para namja langsung mendekatinya.
Alasannya sederhana,
karena dia kini berpakaian seperti seorang yeoja. Dia mengenakan sebuah dress
putih berlengan pendek dengan pita di rambutnya yang kini sudah disulap oleh
penata make-up menjadi sepanjang lengannya. Wig. Aku terbengong-bengong
menatapnya dan kemudian tersadar saat Kai tiba-tiba menepuk bahuku.
“Itukah ‘yeoja’
spesial yang kau ceritakan itu?” dia bertanya pelan lalu tersenyum. Aku balas
tersenyum, dan kembali menatap ke arahnya.
“Yeol-ah, ottokke? Apa
baju ini bagus untukku?” Baekhyun melambai ke arahku. Saat dia ingin melangkah
ke arahku, para namja yang sedang mengerubunginya langsung menghalangi
jalannya. Aku merasa geram dengan pemandangan itu. Dengan segera aku
menyusulnya, membuka gerombolan itu dan menarik tangannya.
“Kenapa kami tak
boleh berkenalan dengannya, saejangnim?” para namja itu bertanya pelan, namun
sebenarnya protes.
“Ini merchandise
perusahaan kami, sangat berharga, dan kami mohon kalian tidak menyentuh
seenaknya! Arasseo?” aku memeluknya dan mencoba membawanya dari sana.
“Geunde,
saejangnim....” mereka masih mencoba menyentuh Baekhyunku sampai akhirnya
karena aku sudah kesal, aku segera menggendongnya ala bridal style lalu
melewati gerombolan itu. Sesampainya di lantai dua, aku segera menurunkannya
dari gendonganku.
“Yeol-ah, gomawo...!
Kau tahu, kan itulah salah satu alasan aku sangat benci bertemu dengan
orang-orang...!” Baekhyun tersenyum menatapku. Tersenyum miris tepatnya.
“Tenanglah,
Baekki... aku akan melindungimu! Pasti!” aku memeluk erat tubuh mungil cantik
itu.
*Baekhyun
POV*
“Yak,
bagus... tersenyumlah seperti itu...!” fotografer terus memberikan aba-aba padaku
agar aku segera menuruti instruksinya dengan wajah yang dia inginkan. Aku terus menurut hingga dia tersenyum puas.
“Wah... wajahmu cantik sekali, Baekhyun-ah...! Sepertinya semua orang akan
menganggapmu yeoja..” Dia terus memujiku, sementara Chanyeol mengacungkan kedua
jempolnya padaku. Aku menatapnya sambil tersenyum sendu. Sebenarnya aku sedikit
sedih, mengingat dia selalu tersenyum seperti itu padaku. Senyum seorang
sahabat yang berterimakasih... ya, dia hanya menganggapku sebagai sahabatnya!
“Apa
kau lelah, Baekki-ah?” dia menghampiriku dan mengulurkan sebotol air mineral ke
arahku. Aku tersenyum sumbang dan sedikit menghela nafas berat. Kami mengenal
satu sama lain sejak kelas 6 SD. Saat itu banyak sekali orang yang
menginginkanku, entah itu dengan maksud baik ataupun maksud buruk. Wajahku
telah mengundang banyak perhatian orang dan tentu saja membuat niat jahat
mereka segera muncul begitu tahu kalau aku seorang namja. Chanyeol selalu ada
saat aku butuh, dia selalu melindungiku karena Ayahnya adalah orang yang
berpengaruh, jadi tak ada seorangpun yang berani menyentuhnya. Ibunya sangat
menyayangiku seperti dia menyayangi Chanyeol. Ibu Chanyeol selalu mengatakan
padaku untuk menjaga anaknya, padahal akulah yang selalu dijaga oleh Chanyeol.
Mungkin karena aku yatim piatu.
“Yeol-ah,
apa yang akan kau lakukan nanti sepulang kerja?” aku bertanya pelan. Chanyeol
mengangkat bahu dan kemudian tersenyum.
“Aku
tidak ada planning... wae?”
“Ayo
kita makan di luar.. sudah lama sekali kita tidak pergi ke luar bersama...”
“Hm...
arasseo, bagaimana kalau kau tunggu aku pulang kerja nanti?”
“Oke..”
aku tersenyum senang. Yes! Akhirnya kami punya waktu untuk pergi bersama
setelah beberapa bulan kami sibuk dengan urusan masing-masing. Aku mengangguk
dan segera berlalu untuk sesi pemotretan selanjutnya. Kali ini busana yang
harus aku kenakan bertema little girl, yang mengharuskan aku memasang wajah
seimut-imutnya. Padahal aku ingin sekali ada orang yang mengatakan kalau aku
ini tampan. Tapi sayangnya mereka malah mengatakan bahwa aku cantik.
Semua
orang bengong melihat pose aegyoku di depan kamera, termasuk fotograferku
sendiri. Dengan semangat kemudian dia memotretku dari berbagai gaya dan
tampaknya aku menyuguhkan pemandangan yang indah untuknya.
Setelah
semuanya selesai, aku segera berganti baju dan mencari sosok Chanyeol. Saat aku
mengirim pesan padanya, dia hanya membalas “Aku masih ada urusan, tunggu
aku..!”
Aku
mengangguk mengerti dan segera mencari tempat untuk menunggu Chanyeol. Aku
melangkah pelan menyusuri pintu samping perusahaan yang menghubungkan jalan
masuk dengan restauran dan lobi. Saat itulah langkah kakiku terhenti. Ada
Chanyeol di dalam restauran. Duduk berdua bersama seoerang yeoja cantik. Mereka
terlihat mesra dan saling tertawa. Perlahan dadaku terasa sakit. Sangat sakit.
Berdenyut hebat seperti melihat ada orang yang sedang menghianatiku saat ini.
Aku segera berbalik dan tak terasa tetesan air mata sudah jatuh dari kelopak
mataku.
Ternyata
urusan yang Chanyeol bilang itu adalah urusan dengan yeoja itu. Urusan
bermesraan bersamanya berdua dalam restauran. Dengan tangan yang masih gemetar,
aku segera mengambil HPku dan mengetikkan sesuatu untuk Chanyeol. “Yeol-ah..
mianhae.. sepertinya aku tidak bisa makan di luar bersamamu hari ini. Aku ada
urusan mendadak. Dagh.. mungkin lain kali..”
Begitu
pesan itu terkirim, aku segera berlari keluar perusahaan dan tanpa sengaja aku
menubruk seseorang. Aku segera meminta maaf dan bangkit dari jatuhku. Aku
kembali berlari lalu menyetop taksi dan kembali ke apartemenku. Di dalam
kamarku, barulah aku menumpahkan apa yang kurasakan. Aku menangis kencang,
menyalahkan diriku sendiri kenapa aku harus mencintai orang itu. Seharusnya aku
tak boleh mencintainya, karena dia adalah namja, kau tahu... aku juga namja!
Dia sangat serasi dengan yeoja yang saat ini sedang bersamanya di restauran.
Aku menangis dan akhirnya tertidur.
*Author
POV*
Bel
pintu apartemen Baekhyun berbunyi. Baekhyun segera bangkit dari tidurnya dan
segera membuka pintu apartemennya. Dia langsung shock begitu melihat orang yang
sedang berdiri di depannya adalah Chanyeol.
“Baekki-ah,
kenapa kau belum... eh? Kau kenapa? gwencana? Kenapa matamu bengkak?” Chanyeol
menatap kaget wajah Baekhyun yang saat ini sedang kusut karena menangis
semalaman tadi.
Baekhyun
segera tersadar dari kekagetannya dan menepuk pipinya perlahan. Dia memandang
ke arah lain sampai akhirnya dia mendapatkan ide untuk menjawab pertanyaan
Chanyeol.
“Sebenarnya
tadi malam aku menonton film yang sangat menyedihkan, jadi aku menangis..
karena itulah sekarang mataku seperti ini. Mianhae, yeol-ah..” Baekhyun merasa
sedikit bersalah. Bagaimana kalau dia menggagalkan pemotretan kali ini karena kondisi
mata bengkaknya itu?
“Jadi
urusan yang kau bilang penting itu adalah tentang film?” Chanyeol bertanya
kesal. Baekhyun menunduk sambil menggigit bibir bawahnya. Chanyeol jadi ikut
merasa bersalah kemudian mengulurkan tangannya. “Sudahlah, ayo ikut aku...! Aku
tidak tahu apa dengan kondisimu seperti ini pemotretan masih bisa dilakukan...
tapi siapa tahu saja ada yang bisa kau lakukan di sana!” Chanyeol menarik
tangan Baekhyun. Baekhyun menggeleng horor.
“Yak,
apa kau sudah gila? Aku bahkan belum mandi!” dia protes lalu segera masuk ke
dalam dan segera mandi.
Sesampainya
di perusahaan, Chanyeol segera menemui fotografer kemarin dan terlihat sedang
mendiskusikan sesuatu. Fotografer itu segera mengangguk, menatap Baekhyun
sekilas dan tersenyum senang. Sepertinya dia punya ide yang bagus. Dengan
segera para penata rias segera melakukan tugasnya. Mereka memakaikan sebuah
baju penyihir wanita berwarna hitam yang benar-benar terlihat exotic. Selain
itu, mereka juga memasang sebuah wig hitam lurus yang panjangnya hingga
sepinggul di kepala Baekhyun. Baekhyun benar-benar seperti seorang putri
kegelapan yang sedang kesepian.
“Pose
seperti apa yang harus aku lakukan?” Baekyun menatap fotografernya bingung.
“Cobalah
untuk memasang wajah penuh dendam dan benci melihat sesuatu hingga membuatmu
sakit..”
“Sesuatu
itu seperti apa?” Baekhyun bertanya bingung. Dia tak pernah benci dengan hal
tanpa sebab seperti itu. Dia hanya benci dengan dingin. Karena itulah dia tak
pernah menghidupkan pendingin ruangan saat tidur.
“Baekhyun-ah,
apa kau pernah sakit hati karena seseoang? Misalnya saja ketika pacarmu harus
selingkuh diam-diam dan membuangmu...”
Deg!
Dalam sekejap jantung Baekhyun berhenti berdetak. Sakit hati karena pacarmu
selingkuh dan membuangmu... Perlahan ingatan pahit kemarin saat melihat
Chanyeol dan yeoja itu membuat hati Baekhyun kembali berdenyut sakit.
Tes!
Butiran air mata mulai menetes dari kelopak matanya. Semua orang disana
termasuk Chanyeol menatap Baekhyun kaget. Tanpa pikir panjang lagi sang fotografer
segera mengabadikan momen ini dan berdecak kagum dengan ekspresi yang dibuat
oleh Baekhyun. Baekhyun terus menggigit bibir bawahnya dan meneteskan air mata.
Namun pandangan sedih dan benci tergambar jelas di matanya. Dia hanya terdiam,
menangis, sampai suara fotografernya mencoba membuyarkan adegan itu. Namun
tidak dengan air mata Baekhyun yang tak mau berhenti menetes.
Chanyeol
segera melangkah ke arah Baekhyun. Tanpa pikir panjang lagi dia segera memeluk
Baekhyun.
*Chanyeol
POV*
Sial!
Kenapa dia menangis? Apa ada orang yang melukainya? Siapa? Akan kuhajar dia!
Berani-beraninya dia melukai Baekki-ku!
Aku
terus memeluknya lembut. Air mata yang dia teteskan tadi bukanlah air mata
acting yang dia buat untuk pemotretan ini. Tapi air mata itu benar-benar air
mata karena dia sedang terluka. Bodohnya, aku tak tahu siapa yang telah
melukainya! Kalau saja aku tahu, akan langsung kuhajar orang itu!
“Baekki-ah,
katakan padaku kenapa kau menangis seperti itu...” aku mencoba
menginterogasinya saat kami sedang berada di ruang make up berdua. Dia hanya
menatapku sambil terdiam, lalu menggeleng pelan.
“Aku
hanya menangis karena aku ingat film tadi malam, Yeol..” dia memalingkan
wajahnya. Aku tahu dia sedang berbohong.
“Jangan
berbohong padaku! Katakan yang sebenarnya, Baek...” aku menatap tajam matanya.
Dia menghela nafas dan kembali mengalihkan tatapannya. Aku mulai gusar
melihatnya seperti itu. Dalam sekejap aku langsung memegang erat bahunya dan
memaksanya menatapku. Dia kaget dan akhirnya menatapku walaupun terpaksa.
“Aku
tidak apa-apa! Ini bukan urusanmu!” dia membentak kesal. Aku kaget dengan
reaksinya itu dan langsung menggeram kesal.
“Kenapa
sekarang kau punya rahasia dariku? Katakan yang sebenarnya!” aku masih
memaksanya. Tapi yang kulihat darinya hanyalah tatapan kosong dan enggannya.
Aku menggeram kesal dan menggebrak meja. Aku berdiri dan kemudian
meninggalkannya sendiri setelah mengatakan, “Baik akan kuturui maumu! Kau
sekarang sudah punya privasi yang penting, eoh?”
*Baekhyun
POV*
Aku
tahu kalau dia sedang marah karena aku hanya diam saat dia bertanya seperti
tadi. Tapi aku bisa apa? Tak mungkin kan kalau aku harus mengatakan kalau aku
marah karena diam-diam dia bertemu dengan seorang yeoja. Bukankah dia
mengatakan kalau aku tak boleh menyembunyikan rahasia apapun darinya? Tapi
kenapa dia malah melakukan hal itu?
Dalam
sekejap aku menangis. Sakit rasanya hatiku karena perlakuannya yang egois
seperti itu. Namun akhirnya aku memutuskan untuk berdiri, menghapus air mataku
dan melangkah keluar ruangan make up untuk menyusul Chanyeol, menegaskan apa
yang terjadi sebenarnya. Aku melihat dia sedang berdiri di sudut ruangan lobi.
Dengan segera aku menyusulnya, namun ketika aku akan memanggilnya, yeoja yang
berbicara dengannya di restauran kemarin muncul dan mengajak dia bicara. Aku
menunggu dia selesai bicara dan menatapnya, mengisyaratkan kalau aku juga ingin
bicara.
“Ada
apa?” dia menghampiriku.
“Aku
ingin bicara, sebentar saja..” aku menjawab pelan.
“Maaf,
tapi aku harus rapat sebentar lagi...”
“Tak
bisakah kau bicara denganku dulu? Aku bingung menjelaskan dari mana..” aku
menghela nafas berat.
“Katakan
saja, Baek... aku sedang terburu-buru saat ini..”
“Apakah
kau ada rapat dengan yeoja itu?”
Chanyeol
mengangguk. Aku sedikit tersenyum getir mendengar penjelasannya. Apa yang kau
lakukan, Baekhyun? Mungkin dia lebih memilih yeoja itu daripada kau!
“Baiklah,
aku tak akan mengganggu... jadi aku tak akan mengganggu waktumu saat ini...”
aku mengangguk paham walaupun rasanya hatiku sakit. Aku berbalik dan akhirnya
meninggalkan Chanyeol, namun sebelum aku melangkah lebih jauh, dia menahan
lenganku.
“Katakan
apa yang ingin kau katakan sekarang, Baek...!”
“Ani...
aku tak akan mengatakannya sekarang! Sepertinya kau sedang sibuk!” aku berbalik
lagi dan melangkah pergi.
“Baik
kalau itu maumu, Baek!” dia berteriak kencang, membuat dadaku sakit hingga aku
berpikir kalau aku ingin pingsan saat itu juga.
Aku
terus melangkah meninggalkannya hingga sekali lagi tak sengaja aku menabrak
seseorang hingga aku terjatuh. Orang yang kutabrak langsung ikut duduk di
depanku mengulurkan tangannya.
“Waktu
itu kau juga menabrakku... dan kau juga sedang menangis...” laki-laki itu
tersenyum dan menghapus air mata yang saat ini masih mengalir dari kedua
mataku.
“Mianhaeyo...”
aku hanya mampu berucap seperti itu.
“Gwencana...
kau Baekhyun, kan?” dia kembali menatapku sambil tersenyum. Aku mendongak
menatapnya dan bertanya pelan.
“Ottoke
arayo?”
“Bagaimana
aku tahu? Kau terkenal sekali di sini... juga aku melihat foto-fotomu saat kau
berpenampilan sebagai yeoja... aku suka sekali... kagum dengan wajahmu itu...
bagaimana bisa kau cantik dan tampan dalam waktu yang bersamaan?” dia memujiku.
Aku mengerjap-ngerjapkan mataku dan bertanya senang. Akhirnya ada yang
mengatakan kalau aku tampan.
“Ceongmalyo?”
“Nde,
gereumyo...”
“Gamsahamnida,
eng...”
“Panggil
aku Kris..! aku juga model di sini sama sepertimu.. Bangapta..” dia mengulurkan
tangannya, mengajakku berkenalan.
“Iya...”
perlahan rasa canggungku mulai menghilang.
“Berdirilah,
aku akan mentraktirmu makan! Sebagai tanda perkenalanku..” dia menarik
tanganku. Aku mengangguk senang.
Untuk
pertama kalinya dalam hidupku aku berteman dengan orang lain selain Chanyeol.
Kris orang yang sangat baik. Dia mau melihatku dari sudut pandang seorang
namja, bukan yeoja jadi-jadian yang terperangkap dalam tubuh namja seperti yang
dikatakan orang lain padaku.
*Author
POV*
Baekhyun
dan Kris duduk berhadapan di restauran perusahaan. Baekhyun memesan jus
strawberry kesukaannya dan menatap gelas berisi strawberry itu dengan senang.
Kris yang melihatnya ikut tersenyum geli. Sepertinya dia tahu kalau ternyata
Baekhyun sangat menyukai strawberry.
“Lalu,
kenapa kau selalu menangis dan menabrakku Baekhyun-ah?” Kris bertanya pelan.
Baekhyun mendongak dan menatap arah lain.
“Mianhae,
Kris.. Hyung... aku tak bisa menceritakan hal itu padamu.. karena mungkin
cerita itu agak pribadi..” Baekhyun kembali menatap jus strawberrynya.
“Hm..
arasseo..! aku mengerti..” Kris mengangguk paham dan tersenyum.
“Gomawo,
Kris hyung...” Baekhyun ikut tersenyum. Dia tak butuh teman yang selalu
memujinya saat ini, tapi yang dia butuhkan adalah teman yang mau menerima dia,
mendengarkannya dan juga.... tidak egois. Sepertinya Baekhyun mendapatkan teman
yang baik saat ini.
“Kau
tahu betapa aku sangat menyukaimu, Baekhyun?” Kris bertanya pelan, namun
serius. Baekhyun mendongak dan tersenyum.
“Banyak
orang yang bicara seperti itu padaku...”
“Tapi
aku orang pertama yang mendapat respon baik darimu, kan?” Kris bertanya lembut
hingga membuat Baekhyun yang awalnya kaget jadi ikut tersenyum. Mereka tertawa
bersama.
Begitulah
akhirnya awal pertemanan mereka. Baekhyun datang ke perusahaan, melakukan
tugasnya, lalu pergi bertemu Kris untuk makan siang. Setiap hari selalu seperti
itu, karena kini Chanyeol sudah tak akan peduli padanya lagi. Dia sepertinya
sedang sibuk dengan urusan rapat bersama yeoja waktu itu. Namun di sisi lain
Chanyeol bukannya tidak peduli, tapi diam-diam dia mengawasi setiap langkah
Baekhyun walau tak ada seorangpun yang mengetahuinya.
*Chanyeol
POV*
Aku
menekan kencang dadaku. Aku melihat pemandangan yang sangat tak enak untuk
kulihat. Sangat menyakitkan! Tapi aku tak tahu sebabnya kenapa! Aku hanya
melihat Baekhyunku duduk bersama seorang namja tinggi dan tampan. Mereka
tampaknya sangat mesra. Apalagi namja itu menyentuh-nyentuh pipi, dahi, hidung,
bahkan bibir Baekhyunku. Aku muak! Marah! Ingin aku segera menghajar namja
tinggi itu!
“Sedang
apa kau, Chanyeol-ah?” suara Kai lagi-lagi membuyarkan lamunanku. Dia sedang
berdua bersama seorang namja mungil yang memiliki mata lebar dan terlihat
innocent. Sepertinya mereka sangat dekat. “Oh, kau melihat Baekhyun? Kenapa kau
hanya terdiam di sini? Ke sanalah, kalau kau memang marah! Katakan bahwa
Baekhyun itu milikmu!” Kai memberiku saran yang gila.
“Kau
gila? Mana mungkin aku mengatakannya? Walaupun aku sangat mencintainya, tapi
dia namja...! Aku juga! Walaupun aku tak masalah dengan hal itu asalkan itu
Baekhyun, tapi bagaimana dengannya? Dia pasti akan menolakku!” aku menggeleng
horor.
“Kenapa
dia harus menolakmu? Bukankah kalian saling menyayangi sejak kecil?” Kai
bertanya lagi.
“Tapi
bagaimana dengan orang-orang...?”
“Kau
takut mereka menganggapmu aneh? Bukankah kau ingin sekali melindungi dia dari
mereka? Aku saja tak masalah dengan pandangan orang...”
“Eh?”
aku menatap Kai bingung.
“Iya,
aku seperti ini...” cup! Kai mencium pipi namja di sebelahnya dengan sayang.
“Ini Kyungsoo, namjacinguku...!” dia memperkenalkan namja di sebelahnya padaku.
Aku terbelalak kaget. Kai begitu blak-blakkan menggambarkan cintanya. Aku
kembali menghela nafas dan menoleh ke arah Baekhyun, tapi sayangnya dia sudah
menghilang bersama namja itu!
*Author
POV*
Hari
ini seperti biasa, Baekhyun datang ke perusahaan. Tapi ada yang berbeda.
Baekhyun harus melakukan pemotretan dengan seorang namja. Dan namja itu
adalah....
“Kris..
hyung...?” Baekhyun kaget dan kemudian tersenyum senang.
“Hai,
akhirnya aku bisa juga dapat kesempatan untuk berfoto bersama Baekhyun yang
terkenal itu...!” Kris mendekat ke arah Baekhyun dan mengelus puncak kepalanya.
Saat itulah Chanyeol yang baru masuk melihat adegan itu. Kesabarannya sudah
habis! Dia segera melangkah cepat ke arah Baekhyun dan langsung menepis tangan
Kris dari kepala Baekhyun.
“Jangan
pernah menyentuh Baekhyunku!” dia menatap Kris marah.
“Baekhyunmu?”
Baekhyun dan Kris kompak menjawab. Baekhyun menatap wajah Chanyeol dan kemudian
berkata pelan.
“Ah,
iya... bukannya kau mengatakan bahwa aku adalah merchandise perusahaanmu, kan?
Aku lupa..!” Baekhyun menjawab pelan dan kemudian melangkah menghindari
Chanyeol. Namun sebelum Baekhyun sempat pergi, Chanyeol langsung menggenggam
erat tangannya dan menariknya pergi.
“Yeol-ah,
lepaskan aku!” Baekhyun meronta, memohon agar Chanyeol melepaskan tangannya.
“Kau
gila? Kenapa kau biarkan dia menyentuhmu?” Chanyeol menatap Baekhyun tajam.
“Dia
temanku...”
“Teman?
Apa seorang teman harus saling menyentuh satu sama lain?!!”
“Hei,
kenapa denganmu? Bukankah dia adalah partnerku dan aku harus melakukan
photoshoot dengannya saat ini?” Baekhyun menatap Chanyeol, menantang.
“Apakah
kalian hanya berteman?!!”
“Wae?!
Apa pedulimu, Park Chanyeol?!” akhirnya kesabaran Baekhyun sudah habis. “Kau
boleh berteman dengan yeoja di restauran waktu itu dan menghabiskan seluruh
waktumu untuk rapat dengannya, tapi kenapa aku tidak boleh?”
“Kau
marah karena aku bertemu dengannya? Dengarlah, aku tidak melakukan apapun
dengannya!”
“Apa
peduliku? Bukan urusanku!!” Baekhyun berbalik dan segera kembali pada Kris.
Photoshoot hari itu dibatalkan karena Kris yang memintanya. Tentu saja
alasannya karena Baekhyun sedang tidak dalam mood yang baik, jadi percuma kalau
diteruskan.
Kris
membawa Baekhyun pada suatu tempat asing yang tidak dikenali Baekhyun. Dia
hanya membawa Baekhyun tanpa menjelaskan itu ada dimana. Barulah saat kesadaran
Baekhyun pulih, dia segera bertanya pada Kris sedang berada di mana mereka saat
ini.
“Baekhyun-ah...
ada yang ingin kukatakan padamu saat ini...” Kris menatapnya serius.
“Mwo?”
“Sebenarnya
aku menyukaimu sejak dulu, sejak kau SMP! Aku adalah namja yang mengirimimu
surat setiap hari. Aku adalah orang yang selalu mengawasimu, mencintaimu dan
akan memilikimu..!” pernyataan Kris membuat Baekhyun kaku di tempat. Sebenarnya
dulu ketika dia masih SMP, ada seorang stalker yang selalu mengganggunya,
bahkan berniat untuk menculiknya hingga dia harus menginap di rumah Chanyeol
dan Appa Chanyeol segera mengatasi masalah itu.
“Ja...
Jadi.. kau adalah... namja itu...?” Baekhyun bertanya kaget. Kris tersenyum,
namun senyumnya kali ini bukan senyum lembut seperti biasanya, melainkan
senyuman jahat.
“Tak
ada orang yang bisa memisahkan kita, Baekhyun-ah..! Setelah aku bekerja keras
untuk masuk di perusahaan tempat Park Chanyeol berada, akhirnya kau muncul juga
di depanku. Awalnya aku hanya ingin membuat Park Chanyeol menderita karena
Appanya memisahkan kau dan aku...! Tapi sekarang aku malah ingin memilikimu
lagi..” Kris mendekat ke arah Baekhyun, namun Baekhyun mundur dengan wajah
takut. Air mata sudah menetes pelan di pipinya.
“Menjauhlah,
Kris! Kenapa kau lakukan ini padaku? Ottoke...?”
“Karena
kau mencintai Park Chanyeol, kan? Jadi tak ada jalan lain bagiku untuk
memilikimu selain memaksamu seperti ini...” Kris semakin mendekat. Saat
Baekhyun mencoba melarikan diri, Kris memukul Baekhyun hingga dia tak sadarkan
diri.
*Chanyeol
POV*
Sial!!!
Aku
mengutuk sembari mengumpat. Pikiranku kacau dan aku tak bisa menahan emosi yang
saat ini sedang ada dalam pikiranku. Kenapa aku baru menyadari kalau aku
mencintainya? Aku juga telah berjanji untuk melindunginya, tapi kenapa aku
malah menyakitinya?
Drrrrr....
HPku bergetar. Sebuah telepon dari private number. Kenapa saat suasana hatiku
sedang buruk malah ada orang yang iseng?
“Yeoboseyo..?”
aku mengangkat telpon itu akhirnya.
“Park
Chanyeol-shi? Apa yang sedang kau lakukan saat ini? Haha... sepertinya kau
sedang marah karena Baekhyun kesayanganmu lebih memilih bersamaku..” suara tawa
di sana menggema. Aku tahu suara siapa ini. Kris!
“Odieso?
Dimana kalian?”
“Hoho...
kalau kau memang ingin bertanya padaku, bertanyalah dengan sopan,
Chanyeol-shi...! Hm... saat ini Baekhyun kesayanganmu itu sedang tidur dengan
tenang di sini. Tidur dengan cantiknya..!”
“APA?!!!
APA YANG TELAH KAU LAKUKAN PADANYA?!!!!”
“Hahahaha....
aku sangat menginginkannya! Dan akan kulenyapkan orang yang menghalangi
jalanku! Dia akan kumiliki untukku sendiri!” tut.... telepon itu terputus. Aku
menggebrak meja. Saat ini tak ada gunanya lapor polisi karena dia pasti akan
melakukan sesuatu yang buruk pada Baekhyun. Aku mengambil kunci mobilku dan
menyusuri setiap jalan, hingga Kris menelponku lagi.
“Katakan
dimana kalian..! Jebal...!” aku menangis memohon.
“Hm...
kau menangis, Chanyeol-shi? Hahaha... baiklah, aku akan memberitahumu dimana
kami berada...” Kris menyebutkan sebuah alamat, dan aku segera menuju tempat
itu dengan syarat aku tak boleh membawa polisi. Aku menyanggupinya lalu
melangkah pelan memasuki sebuah gudang tua, tempat Baekhyun saat ini.
Baekhyun-ah, tunggu aku! Baik-baiklah di situ, Baekhyun-ah! Bertahanlah...!
*TBC*
(To
Be Continued, lho ya..! bukan Tubercholosis, lho!)
Hahahaha... rasain, tuh! Kasihan si
Park Chanyeol..! Salah sendiri Baekhyun dicuekin..! Akhirnya Author marah dan
bikin reader penasaran... hahahaha... mau tahu cerita selanjutnya? Kasih tahu
nggak ya...??? (review dulu, dong..! hohohoho...)
Chanyeol : Woi! Mau gue sate, loe?
Author : emang disana ada sate, ya
Yeol? Kanibal, loe! Gue laporin suami gue, loe!
Chanyeol : Siape emang suami loe?
Author : Bang Zhang Yi Xing! Dan
perlu loe tau, Baekhyun itu anak gue dari Bang Lay! Intinya, gue calon mertua
loe! Loe nggak gue restui sama Baekhyun anak gue yang paling cute kalo loe
masih jahatin anak gue!
Baekhyun & Lay : What???!!! Siapa
loe? Ngaku2 aja!
Chanyeol : Rasain, loe author!
Baek... sini, Baek...! Gue ajak rate M-an, yuk!
Baekhyun : Mesum, loe Yeol! Ogah, ah!
Si Author aja bikin rate M masih dibelain bertapa bertahun-tahun dulu!
Chanyeol : Uapaaahhhh...??? padahal
dia kan udah bikin rate M-nya si JRen itu! Pake pasang wajah polos nggak
berdosa, lagi! kenapa gue sama Baekki sayang gak dibikinin juga?!!! Thor, sini
loe Thor!!
Author : Bang Gaaraaaaa.....!!!
Chanyeol marahin aku..!
Gaara : Sini sayang...! Loe berani
sama bini gue, Chan?
Chanyeol : Loe mau sama dia??
Lay : Trus aku sama siapa?
Author : Suho! Kan kalo loe sama gue
fans loe pada marah! Kalo loe sama Suho mereka seneng!
Lay : iya juga, ya..! daripada gue
sama loe..
Author : Loe milik gue,
Yixinnnggggg....!!!!!
Gaara : STOP!!! INI FF APAAN,
SIH?????! SANA, BIKIN SAMBUNGANNYA SANA! HUSH! HUSH! DARIPADA LOE BIKIN OCEHAN
GAK JELAS KAYAK GINI!!
(Dan akhirnya Author diusir oleh
semuanya... Author yang malang...)